Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terangkat pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Indeks naik 61,86 poin atau 1,10% ke level Rp5.695,12.
Sektor energi menjadi bintang lapangan dengan kenaikan 2,61%. Sebaliknya, sektor transportasi & logistik justru terkoreksi 0,91% dan berada di posisi terendah.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memprediksi IHSG berpotensi terangkat terbatas hari ini. Berdasarkan analisa teknikal, indeks komposit akan bergerak pada rentang support Rp5.320 dan resistance Rp5.735.
“Kami melihat IHSG berpotensi terangkat terbatas. Potensi pelemahan masih mungkin berlangsung, investor harap tetap hati-hati,” ujar Nico.
Sejumlah sentimen global membayangi pasar. Data ISM Manufacturing Amerika Serikat (AS) turun dari 54 menjadi 53,3. Sementara itu, tekanan inflasi di tingkat produsen melandai. Hal ini terlihat dari ISM Prices Paid yang turun dari 82,1 menjadi 73.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) membukukan rekor baru. Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Ini adalah defisit pertama setelah Indonesia membukukan surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Penyebab utamanya adalah reli nilai impor yang menyentuh USD 24,81 miliar. Angka ini melampaui nilai ekspor yang hanya USD 23,20 miliar. Meski begitu, secara total dari Januari hingga Mei 2026, Indonesia masih mengantongi surplus sebesar USD 4,03 miliar.
Ringkasnya, berdasarkan tabel Stock Watch Pilarmas, berikut adalah 3 saham pilihan untuk perdagangan hari ini:
Ringkasnya, last Price: Rp1.380
Ringkasnya, resistance: Rp1.495
Ringkasnya, last Price: Rp3.360
Ringkasnya, resistance: Rp3.590
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi. Keputusan untuk membeli atau melepas saham sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

