Saham Grup Barito PT Barito Renewables Energy Tbk ( BREN ) dan Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ( DSSA ) kembali jatuh pada Rabu (22/4/2026) seiring langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bersiap mencoret saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari universe untuk indeks IDX80. Berdasarkan data BEI, pukul 10.02 WIB, saham BREN terjungkal 7,53 persen ke level Rp5.500 per unit, dengan nilai transaksi Rp52,83 miliar dan volume perdagangan 9,52 juta saham.
Setali tiga uang, saham DSSA ambles 8,99 persen berubah menjadi Rp2.530 per unit. Nilai transaksi tercatat Rp72,10 miliar dan volume 28,14 juta saham.
Analis Stockbit menulis, pada Rabu (22/4), kebijakan BEI berpotensi memberi tekanan tambahan pada saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi. “Kami menilai bahwa BREN dan DSSA, saham dalam daftar HSC yang kini menjadi konstituen LQ45 dan IDX80, berpotensi keluar pada Mei 2026, yang dapat memicu outflow dari passive funds,” tulis Stockbit. Catatan: artikel ini adalah rangkuman dari keterbukaan informasi.
Ringkasnya, selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
