Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (19/5/2026), memperpanjang tren pelemahan berubah menjadi enam hari berturut-turut.
Ringkasnya, penurunan tajam ini di tengah tekanan outflow asing, anjloknya rupiah ke rekor terendah, hingga rumor pembentukan badan pengendali ekspor yang memicu keresahan pasar.
Hingga penutupan sesi I, IHSG terkoreksi 3,76 persen ke level 6.351,32, secara bersamaan menjadi posisi terendah sejak April 2025. Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp18,22 triliun dengan volume perdagangan 32,38 miliar saham.
Tekanan lepas terlihat merata, tercermin dari 689 saham turun, hanya 79 saham terangkat, dan 191 saham stagnan.
Pelemahan ini melanjutkan pelemahan tajam sehari sebelum itu ketika IHSG ditutup turun 1,85 persen setelah sempat terjungkal hingga 4,38 persen secara intraday.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

