Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi mengungkap, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam batas yang wajar.
Ringkasnya, menurutnya, tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan domestik sejalan dengan pergerakan bursa saham di kawasan regional.
"Kita melihatnya sebenarnya masih sejalan dengan trend pelemahan bursa secara regional. Tadi kami juga melihat di atas, banyak juga bursa-bursa lain yang turunnya juga malah lebih dalam. Dan juga kalaupun ada yang mengalami kenaikan, itu mengalami kenaikan tipis pada hari ini," kata Friderica dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (19/5/2026).
Ringkasnya, dia menjelaskan, tekanan pasar dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, serta ekspektasi kebijakan moneter global yang masih cenderung hawkish.
Ringkasnya, dari sisi domestik, sentimen juga datang dari keputusan rebalancing indeks oleh MSCI pada pertengahan Mei.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

