Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Kamis (21/5/2026) terus terjungkal, sempat sentu level 6.100. IHSG sesi I tertahan di level 6.144,359, terkoreksi 174,140 poin atau ambels kembali 2,76%.
Sebanyak 11 indeks sektor mengalami penurunan antara 0,93% sampai dengan 6,49%. IDXBASIC mengalami penurunan terbesar, yaitu 6,49%. Disusul IDXENERGY mengalami pelemahan 5,02%, IDXTRANS mengalami pelemahan 4,69%, IDXCYCLIC mengalami pelemahan 4,11%, dan IDXINDUST mengalami pelemahan 4,02%.
Penurunan IHSG siang ini dipicu oleh harga saham 601 emiten yang berakhir terkoreksi, sementara sebanyak 118 saham ditutup terangkat dan 94 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Kamis (21/5/2026).
Harga sejumlah saham yang terkoreksi di sesi pertama hari ini, di antaranya, AMMN turun 2,02% jadi Rp2.910 per saham. KEUNTUNGAN turun 9,32% jadi Rp535, BREN turun 10,75% jadi Rp2.490, DSSA turun 11,27% jadi Rp630, dan TPIA merosot 14,66% ke harga Rp2.270 per unit.
Kelima emiten yang harga saham turun tersebut di atas (AMMN, BREN, KEUNTUNGAN, TPIA, dan DSSA) akan dalam waktu dekat keluar dari MSCI Global Standard Index. Dalam tinjauan indeks periode Mei 2026, MSCI mengeluarkan saham-saham tersebut dari MSCI Global Standard Index per per 29 Mei 2026.
Selain itu, saham DEWA mengalami pelemahan 8,99% jadi Rp344 per saham. BUMI mengalami pelemahan 4,05% jadi Rp166, MDKA tergerus 5,53% jadi Rp2.220, ANTM mengalami pelemahan 2,26% jadi Rp3.030, PTBA mengalami pelemahan 2,48% jadi Rp2.750, dan PTRO mengalami pelemahan 11,50% ke harga Rp3.540 per saham.
Sementara harga saham BBRI naik 0,33% jadi Rp3.050 per saham. HMSP naik 4,17% jadi Rp750, GGRM naik 0,76% jadi Rp16.475, SOTS naik 25% jadi Rp875, KOBS naik 16,67% jadi Rp182, dan ALKA naik 14,81% ke harga Rp496 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Kamis (21/5/2026) menyentuh 19,916 miliar lembar saham bernilai Rp9,784 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 1.285.918 kali.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

