Dibuka melemah di 7.560,285, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (21/4/2026) kembali ditutup melemah 34,730 poin atau turun 0,46% ke 7.559,380, dari penutupan Senin (20/4/2026) di level 7.594,111.
Dua indeks sektor hari ini mengalami penurunan, yaitu IDXENERGY dan IDXINFRA turun masing-masing 1,02% dan 0,07%. Sementara 9 (Sembilan) indeks sektor lainnya mengalami kenaikan antara 0,15% sampai dengan 2,33%.
IHSG hari ini sempat turun ke level terendah harian di 7.511,828. Turunnya IHSG hari ini dipicu oleh harga saham 264 emiten yang berakhir melemah. Sementara harga saham 386 emiten ditutup naik dan 168 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Selasa (21/4/2026).
Emiten yang harga saham unggulan ditutup turun pada Selasa ini, antara lain, ASII turun 0,39% jadi Rp6.325 per saham. UNVR turun 1,10% jadi Rp1.800, TLKM turun 2,90% jadi Rp3.010, dan BBRI turun 4,94% ke harga Rp3.270 per saham.
Selain itu, saham BUMI turun 0,83% jadi Rp240 per saham. CUAN turun 0,33% jadi Rp1.530, DSSA turun 14,98% jadi Rp2.780, BREN turun 9,47% jadi Rp5.975, BRMS turun 0,55% jadi Rp900, dan ADRO turun 1,19% ke harga Rp2.500 per saham.
Sementara harga saham BIPI naik 5,93% jadi Rp286 per saham. ANTM naik 0,50% jadi Rp4.030, DEWA naik 1,82% jadi Rp560, MDKA naik 0,60% jadi Rp3.370, GOTO naik 5,66% jadi Rp56, INDY naik 8,72% jadi Rp3.740, BMRI naik 1,73% jadi Rp4.700, dan BBCA terangkat 0,39% ke harga Rp6.500 per saham.
Total volume perdagangan saham di BEI Selasa (21/4/2026) menyentuh 43,548 miliar lembar saham senilai Rp18,009 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 2.706.634 kali. Nilai transaksi hari ini naik dibandingkan Senin (20/4/2026) sebesar Rp17,212 triliun.
Adapun kapitalisasi pasar pada Selasa (21/4/2026) ini tercatat sebesar Rp13.468.528 triliun, turun dari Rp13.559.309 triliun, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, mayoritas indeks bursa Asia pada Selasa (21/4/2026) ini ditutup terangkat. Indeks Nikkei 225, (Tokyo/Jepang), Hang Seng (Hong Kong), Shanghai dan Straits Times naik masing-masing 0,89%, 0,48%, 0,07% dan 0,22%.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.
