PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan reli kinerja signifikan pada kuartal I 2026. Emiten BUMN konstruksi ini membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp4,72 triliun hingga Maret 2026.
Capaian tersebut tumbuh 131,5% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu (YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja perseroan yang tetap solid dan konsisten menjaga tren positif di awal tahun.
Berdasarkan sumber pendanaan, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 76%. Proyek dari BUMN menyumbang sebesar 22%, sementara proyek swasta sebesar 2%.
Jika dilihat dari lini bisnis, sektor Engineering and Construction menjadi kontributor terbesar menyentuh 95%. Sisanya berasal dari lini bisnis properti, manufaktur, serta investasi dan konsesi.
Dari total kontrak tersebut, sebesar Rp4 triliun berasal dari proyek non-joint operation (non-JO). Adapun sebesar Rp183 miliar berasal dari proyek joint operation (JO). Hal ini menunjukkan kemampuan ADHI menjaga keseimbangan portofolio proyek dan memperluas kolaborasi strategis.
Sejumlah proyek strategis berhasil diraih hingga Maret 2026. Di antaranya adalah Penanganan Tanggap Darurat di Aceh dan Sumatera Utara serta CWC-4I Cimanuk River and Dyke Improvement di Indramayu (Package 2).
ADHI juga menggarap pembangunan RSUD Kabupaten Muna Barat, Tol Sigli – Seulimeum Seksi 1 Padang Tiji, dan On/Off Ramp Pattimura pada Jalan Tol Semarang-Solo. Proyek-proyek ini memperkuat posisi ADHI sebagai perusahaan konstruksi nasional dengan kompetensi di berbagai sektor.
Corporate Secretary ADHI Karya, Rozi Sparta menjelaskan fokus perseroan pada peningkatan kualitas bisnis secara menyeluruh. Penguatan bisnis inti konstruksi menjadi titik berat utama perusahaan.
Menurut Rozi Sparta, ADHI mampu menjaga kinerja positif di tengah tantangan industri. Perseroan juga memperkuat daya saing dalam menangkap peluang proyek strategis nasional.
“Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan menyalurkan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional,” ujar Rozi Sparta dalam keterangan resminya.
Ke depan, ADHI akan terus mendorong pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan memastikan setiap proyek menyalurkan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung percepatan infrastruktur nasional.
Sebagai informasi, ADHI adalah BUMN konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak Maret 2004. Kini, sebesar 36% saham ADHI dimiliki oleh masyarakat luas.
Perusahaan mengusung tagline Beyond Construction untuk menekankan layanan jasa yang lebih luas. Selain proyek jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, ADHI aktif dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara.
Beberapa proyek di IKN meliputi Hunian Pekerja Konstruksi dan Jembatan Pulau Balang. ADHI juga dikenal sebagai pemimpin pasar di sektor perkeretaapian melalui proyek LRT Jabodebek hingga MRT Jakarta Fase 2A. Di kancah internasional, perseroan sedang menggarap proyek North-South Commuter Railways di Manila, Filipina.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.
