PT Waskita Beton Precast Tbk atau Waskita Precast (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp808,07 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Angka itu meningkat 10 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp734,65 miliar.
Di tengah kinerja top line yang positif, WSBP masih membukukan kerugian sebesar Rp285,59 miliar, meningkat sekitar 20 persen dari Semester I-2025 yang merugi Rp236,88 miliar. Kerugian tersebut terutama berasal dari tingginya beban pokok pendapatan hingga beban keuangan yang menyentuh Rp155,45 miliar.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto menuturkan, perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja keuangan dengan tetap memperkuat kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satunya dengan cara meningkatkan pendapatan dari berbagai lini usaha.
Dari total pendapatan yang menyentuh Rp808,07 miliar, segmen bisnis Beton Precast menyumbang Rp310,30 miliar, Readymix & Quarry sebesar Rp180,95 miliar, serta Jasa Konstruksi sebesar Rp316,81 miliar. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengerjaan berbagai proyek strategis di sejumlah wilayah Indonesia.
Ringkasnya, di antaranya adalah Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek Pembangunan Gedung KCN Marunda, Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, Proyek Perbaikan Jalan Tol KAPB, Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Proyek Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, Proyek Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana, dan berbagai proyek lainnya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

