PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan penjualan mobil sebanyak 41.752 unit pada periode April 2026. Capaian tersebut meningkat 54,77% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebanyak 26.976 unit.
Secara bulanan, penjualan mobil ASII juga meningkat 45,64% month to month (MtM) dibandingkan realisasi Maret 2026 yang menyentuh 28.666 unit.
Selain itu, ASII membukukan pangsa pasar senilai 52% pada April 2026, mengalami kenaikan dibandingkan posisi Maret 2026 yang senilai 47%.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Terangkat Terbatas pada Rabu (13/5), Ini Saham Pilihan Analis
Jika dirinci, penjualan mobil pada April 2026 utamanya ditopang oleh jenama Toyota dan Lexus senilai 25.804 unit, disusul Daihatsu 13.399 unit, Isuzu 2.469 unit dan UD Trucks 80 unit.
Lalu, segmen Low Cost Green Car (LCGC) Astra tercatat 7.470 unit di April 2026, meningkat dari periode serupa tahun sebelum itu sebesar 7.382 unit.
Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo menuturkan pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha konsumen.
Selain itu, Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun sebelumnya dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan.
Windy juga menuturkan di tengah kondisi perekonomian kini serta dinamika yang ada pada industri otomotif, Astra tetap berkomitmen untuk mempertahankan kepemimpinan pasar otomotif yang didukung merek-merek mobil Grup Astra, jaringan penjualan dan layanan yang luas di seluruh Indonesia, serta ketersediaan solusi pembiayaan.
"Astra diproyeksikan terus berkomitmen untuk meluncurkan produk, teknologi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat pelanggan yang bervariasi," kata Windy kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).
Analis Kiwoom Sekuritas Adrian Djie menyatakan prospek ASII di tengah sentimen positif kini masih cukup menarik. Perusahaan berhasil menunjukkan peningkatan penjualan serta pemulihan pangsa pasar, yang menjadi sinyal positif bagi kinerja ke depan.
Baca Juga: Medela Potentia (MDLA) Bagikan Dividen Rp12,6 per Saham
Ringkasnya, selain itu, berakhirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kendaraan listrik turut menciptakan persaingan harga yang lebih seimbang di industri otomotif.
"Dari sisi harga saham, kami menilai pergerakan kini belum sepenuhnya merefleksikan valuasi fundamental ASII. Dengan demikian, kami melihat masih terdapat ruang pertumbuhan bagi saham ini ke depan seiring dengan perbaikan kinerja operasional dan sentimen industri," ucap Adrian kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, Adrian berpandangan investor masih perlu bersikap selektif dan cermat. Pendekatan wait dan see masih relevan untuk sementara waktu, sambil memantau perkembangan kondisi global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Ringkasnya, untuk jangka menengah, Adrian memperkirakan ASII berpotensi kembali bergerak menuju level Rp6.300 per saham, sementara untuk jangka panjang Adrian melihat potensi penguatan hingga kisaran Rp7.100 per saham.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

