PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperluas diversifikasi usaha dengan mendirikan tiga anak perusahaan baru pada 17 Juli 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat struktur bisnis secara bersamaan membuka sumber pendapatan baru di luar jasa pertambangan. Tiga entitas baru yakni PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality.
Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jumat 17 Juli 2026, manajemen DEWA menjelaskan bahwa pendirian ketiga perusahaan baru tersebut adalah bagian dari strategi pengembangan usaha dan investasi oleh Perseroan.
Seperti diketahui, PT DH Listrik didirikan untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang pembangkitan tenaga listrik, penyediaan tenaga listrik dalam satu kesatuan, serta aktivitas penunjang ketenagalistrikan lainnya. Struktur kepemilikan saham PT DH Listrik terdiri atas PT DH Investindo senilai 99,90% dan PT Cipta Multi Prima senilai 0,10%.
Sementara itu, PT DH Infrastruktur diproyeksikan bergerak di bidang pelayanan kepelabuhanan laut, pergudangan dan penyimpanan, angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan khusus, serta berbagai jasa pendukung transportasi perairan dan darat. Kepemilikan saham PT DH Infrastruktur juga dimiliki PT DH Investindo senilai 99,90% dan PT Cipta Multi Prima 0,10%.
Ringkasnya, adapun PT DH Arunika Hospitality dibentuk untuk menjalankan kegiatan usaha di sektor hospitality dan jasa pendukung. Ruang lingkup usahanya mencakup jasa manajemen akomodasi, hotel, jasa boga, penyediaan makanan, kebersihan umum, konsultasi manajemen dan bisnis pariwisata, konsultasi manajemen dan bisnis perdagangan, hingga penyediaan tenaga kerja sementara serta sumber daya manusia lainnya.
Untuk perusahaan ini, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguasai 99,90% saham, sementara PT Cipta Multi Prima memiliki 0,10% saham.
“Pendirian tiga perusahaan baru adalah bagian dari strategi pengembangan usaha dan investasi Perseroan dalam rangka memperluas lini bisnis di bidang kelistrikan, infrastruktur dan hospitality, serta memperkuat struktur usaha melalui anak Perusahaan,”kata Direktur secara bersamaan Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi dalam keterangan, Jumat 17 Juli 2026,
Berdasarkan Manajemen, langkah ekspansi tersebut diharapkan berpotensi memperkuat keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Selain menciptakan sumber pendapatan baru, kehadiran anak usaha baru juga membuka peluang untuk memperoleh proyek-proyek baru di masa mendatang.
“Langkah ini diharapkan berpotensi mendukung keberlangsungan usaha (going concern) Perseroan dalam jangka panjang dengan menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperluas peluang dalam memperoleh proyek-proyek baru di masa mendatang,” ujar Mukson.
Sekedar catatan, DEWA membukukan laba bersih sebesar Rp92,72 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 34,6% dibandingkan Rp68,89 miliar pada kuartal I 2025. Pertumbuhan laba Perseroan terutama karena didukung oleh keberhasilan manajemen dalam menjalankan efisiensi operasional.
Sementara pendapatan bersih perseroan justru mengalami pelemahan tipis berubah menjadi Rp1,55 triliun di kuartal I2026, dibandingkan Rp1,58 triliun pada periode sama tahun 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

