Kabar gembira datang untuk para pemegang saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Perusahaan tambang ini akan menyalurkan uang keuntungan atau dividen tunai kepada investornya. Total uang yang dibagikan menyentuh Rp58.572.960.555 atau sekitar Rp58,57 miliar.
Keputusan ini sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2026. Nantinya, setiap pemegang saham diproyeksikan menerima uang senilai Rp1,5 per saham. Uang ini berasal dari keuntungan bersih perusahaan selama tahun 2025.
Direktur & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi menyalurkan penjelasan soal siapa saja yang berhak. “Pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai adalah mereka yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada 9 Juli 2026,” ujar Mukson, dikutip Rabu (1/7/2026).
Para investor perlu membukukan tanggal-tanggal penting ini. Sasarannya agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan dividen tersebut.
Ringkasnya, berikut jadwal lengkap pembagian dividen DEWA:
Ringkasnya, cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 7 Juli 2026.
Ringkasnya, ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 8 Juli 2026.
Ringkasnya, cum Dividen di Pasar Tunai: 9 Juli 2026.
Ringkasnya, ex Dividen di Pasar Tunai: 10 Juli 2026.
Ringkasnya, recording Date (Daftar pemegang saham yang berhak): 9 Juli 2026 pukul 16:00 WIB.
Ringkasnya, pembayaran Dividen Tunai: 31 Juli 2026.
Mukson menjelaskan cara pembayaran uang tersebut. “Pembayaran dividen tunai diproyeksikan dilakukan melalui KSEI dan dikreditkan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) di perusahaan sekuritas atau bank kustodian masing-masing,” kata Mukson.
Ringkasnya, bagi pemegang saham yang masih memegang sertifikat fisik (saham skrip), pengambilan dividen dilakukan di Biro Administrasi Efek (BAE). Alamatnya di PT Ficomindo Buana Registrar, Wisma Bumiputera Lantai 6, Jakarta. Pemegang saham harus membawa fotokopi Surat Kolektif Saham (SKS) dan KTP.
Terkait pajak, dividen ini bebas pajak untuk perusahaan dalam negeri. Bagi orang pribadi, dividen juga bebas pajak asal uangnya diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai aturan yang berlaku. Jika tidak diinvestasikan, maka diproyeksikan dikenakan pajak sesuai ketentuan.
Sepanjang tahun 2025, DEWA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp4.306.734.797.000 atau Rp4,3 triliun.
Selain laba yang besar, DEWA juga memiliki saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp4.404.261.582.000 atau Rp4,4 triliun. Sementara itu, total ekuitas atau modal perusahaan menyentuh Rp8.591.133.274.000 atau Rp8,59 triliun.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

