Saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diparkir melejit 12,04% ke Rp2.000 pada akhir sesi I perdagangan Selasa (2/6/2026). Saham TPIA berbalik arah sesudah sempat jatuh 6,05% pada Jumat (29/5/2026).
Sebanyak 1,29 miliar saham TPIA diperdagangkan di sesi I hari ini, frekuensi 156.032 kali, dan nilai transaksi menembus Rp2,44 triliun.
Ringkasnya, saham Chandra Asri Pacific diburu. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas per jeda siang, saham TPIA membukukan net buy Rp174,9 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy lainnya.
Saham TPIA malah loncat usai resmi terjadinya rebalancing MSCI pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu. Kini, saham TPIA tak kembali masuk perhitungan MSCI Global Standard Index.
Sebelum itu, setidaknya lima saham diserok habis-habisan pada perdagangan Jumat (29/5/2026) saat pasar bergejolak menyongsong rebalancing indeks MSCI pada jam penutupan.
Ringkasnya, kelima saham itu adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI, dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Ringkasnya, saham-saham tersebut laris manis diserok oleh investor domestik. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA membukukan net buy investor domestik Rp1,95 triliun serta saham TPIA net buy investor domestik Rp1,93 triliun.
Ringkasnya, kemudian, saham AMMN net buy investor domestik Rp1,61 triliun, saham BBRI net buy investor domestik Rp738 miliar, dan saham BMRI net buy investor domestik Rp389 miliar.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

