Saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu kompak terangkat pada perdagangan Selasa (21/4/2026), di tengah tekanan pada PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang bersiap dicoret dari indeks MSCI akibat masuk kategori konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.26 WIB, saham BREN turun 6,82 persen ke level Rp6.150 per unit.
BREN, bersama PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinarmas, masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), dengan porsi masing-masing menyentuh 97,31 persen dan 95,76 persen. Kondisi ini menjadi sorotan dalam penilaian investabilitas oleh MSCI.
Keduanya kini masih tercatat sebagai konstituen MSCI Indonesia. Sementara itu, saham DSSA juga tertekan, terjungkal 13,76 persen ke Rp2.830 per unit.
Di sisi lain, saham-saham lain milik Prajogo Pangestu justru bergerak terangkat.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) meroket 9,81 persen ke Rp2.350, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 7,00 persen ke Rp6.500, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terangkat 6,25 persen, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) meningkat 5,76 persen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
