Pemegang saham pengendali PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN), yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan energy tersebut dengan melepas 38.407.000 unit (0,0287%) saham di Bursa Efek Indonesia pada 20 April 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan, Rabu 22 April 2026, BRPT melepas saham BREN pada kisaran harga Rp6.450-Rp6.675 per lembar. Dari penjualan saham BREN ini, Barito Pacific mengantongi dana sekitar Rp247,72 miliar sampai Rp256,36 miliar.
Sebelum transaksi, Barito Pacific Tbk (BRPT), mengempit sebanyak 86.514.146.666 unit saham BREN. Jumlah ini setara dengan porsi kepemilikan sebesar 64,666%. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Barito Pacific Tbk (BRPT melemah ke 86.475.739.666 lembar atau setara dengan 64,6373%.
Tujuan Barito Pacific melepas saham BREN adalah menambah jumlah saham free float dan likuiditas saham beredar di pasar. Adapun porsi suara Barito Pacific tetap dominan yakni 64,6373%. Bahkan BRPT masih menjadi pemegang saham pengendali utama entitas anak BREN.
Di Bursa Efek Indonesia, saham BREN ditutup turun 9,62% menjadi Rp5.400 per unit pada perdagangan, Rabu 22 April 2026, dibanding sehari sebelum itu di Rp5.975 per unit. Selama perdagangan sepekan, harga saham BREN telah turun sebesar 14,62%, dari posisi Rp6.325 per saham menjadi Rp5.400 per saham.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) adalah perusahaan induk sekaligus bagian dari Grup Barito Pacific. Perusahaan ini berfokus pada strategi jangka panjang untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan emisi yang lebih rendah.
Perusahaan ini memulai operasinya melalui anak perusahaannya, Star Energy Geothermal Group, sebuah produsen energi panas bumi. Perusahaan kini memiliki tiga aset panas bumi di Jawa Barat dengan kapasitas 886 MW, yang adalah 38% pangsa pasar energi panas bumi di Indonesia. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
