PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menyalurkan penjelasan resmi terkait volatilitas transaksi efek perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menyatakan hingga kini tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik.
Perseroan merespons permintaan penjelasan dari otoritas bursa melalui surat tertanggal 17 April 2026. Emiten media milik grup MNC ini mengeklaim tidak mengetahui adanya informasi yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal.
Meski demikian, BMTR tengah menyiapkan aksi korporasi dalam waktu dekat. Perusahaan berencana meluncurkan instrumen surat utang pada bulan depan.
“Perseroan berencana mengajukan permohonan penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk berupa Obligasi Berkelanjutan V Global Mediacom dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan V Global Mediacom Tahap II Tahun 2026 pada bulan Mei 2026,” tulis Christophorus Taufik, Corporate Secretary PT Global Mediacom Tbk dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (21/4/2026).
Selain rencana tersebut, manajemen memastikan tidak ada agenda aksi korporasi lain dalam tiga bulan ke depan. Perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang dapat memengaruhi pergerakan saham di pasar.
Terkait komposisi kepemilikan, struktur pemegang saham utama dipastikan tidak mengalami perubahan. PT MNC Asia Holding Tbk ditegaskan tetap menjadi pemegang saham utama perseroan.
Manajemen akan dalam waktu dekat menjalankan konfirmasi lebih lanjut kepada pemegang saham mayoritas. Hal ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan adanya transaksi tertentu yang akan dilakukan oleh pemegang saham utama di masa mendatang.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
