Emiten telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih di sepanjang 2025. Ini dipengaruhi oleh penyajian ulang dan percepatan depresiasi.
Melansir laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (12/5), TLKM membukukan pendapatan senilai Rp145,74 triliun. Ini mengalami pelemahan sekitar 2,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp149,96 triliun.
Ringkasnya, baca Juga: Pelemahan Rupiah Dorong Minat Investasi Reksadana Dolar AS
Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom menyusut 20,48% YoY menjadi Rp17,81 triliun di sepanjang 2025 dari raihan 2024 yang menyentuh Rp22,40 triliun.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menjelaskan pihaknya menjalankan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan.
“Termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset berubah menjadi lebih tepat,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5).
Ringkasnya, dian bilang kontraksi pada laba bersih Telkom disebabkan peningkatan beban percepatan depresiasi. Ini seiring penerapan kebijakan total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia.
“Seiring penerapan kebijakan tersebut, Telkom turut menjalankan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024 secara bersamaan memperkuat praktik tata kelola,” kata Dian.
Ringkasnya, baca Juga: Rupiah Ditutup di Level Terlemah Rp17.529, Tertekan Isu Geopolitik dan MSCI
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

