Tekanan terhadap saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kian dalam. Jika investor menempatkan dana Rp100 juta di saham emiten petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu itu pada awal 2026, maka nilai investasinya kini diestimasi hanya tersisa sekitar Rp25,6 juta.
Estimasi kasar tersebut mengacu pada penurunan saham TPIA senilai 74,36 persen secara year to date (YtD) hingga perdagangan Senin (25/5/2026).
Catatan saja, perhitungan ini hanya untuk menyalurkan gambaran umum kepada pembaca terkait besarnya pelemahan yang berlangsung pada saham tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.54 WIB, saham TPIA terjungkal 10,50 persen ke level Rp1.790 per saham, menjadi posisi terendah sejak sekitar Januari 2022.
Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp138,9 miliar dengan volume perdagangan 74,34 juta saham. Pelemahan tersebut secara bersamaan memperpanjang pelemahan TPIA menjadi tujuh hari beruntun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

