Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi berpotensi mengalami technical rebound pada perdagangan Senin (4/5/2026). Pergerakan indeks hari ini diestimasi menguji level 7.000 hingga 7.050.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, menuturkan IHSG masih dibayangi risiko pelemahan meski terdapat peluang berbalik arah secara teknikal.
“IHSG berpotensi technical rebound ke 7.000–7.050, sementara itu masih rentan melanjutkan pelemahan sepanjang belum mampu menembus level 7.150,” ujar Fanny dalam risetnya.
Pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026), IHSG berada di level 6.956,804. Angka tersebut turun 144,421 poin atau 2,03% dibandingkan penutupan Rabu (29/4/2026) di level 7.101,226. Padahal, saat pembukaan perdagangan, indeks sempat terangkat ke posisi 7.103,256.
Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat terkoreksi 2,03%. Penurunan ini diiringi aksi lepas bersih (net sell) investor asing sekitar Rp1,65 triliun.
Aksi lepas asing terutama berlangsung pada saham sektor perbankan dan komoditas, seperti BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan GOTO.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 6.850–6.900. Sementara itu, level resistance diestimasi di rentang 7.000–7.050.
Ringkasnya, bNI Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar. “Trading idea hari ini: BBCA, INET, BRPT, BUVA, ENRG, dan BWPT,” kata Fanny.
Ringkasnya, berikut rekomendasi trading:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi dan tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum berinvestasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

