Ringkasnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tertekan pada sesi I perdagangan Senin (4/5/2026). Di sekitar pukul 10.30 WIB, saham GOTO minus 7,41% ke Rp50.
Saham GOTO mengalami hantaman aksi lepas. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham GOTO membukukan net sell Rp188,4 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.
Saham GOTO tertekan usai heboh pemerintah akan menurunkan potongan komisi yang dikenakan kepada pengemudi ojek online menjadi 8% dari sebelum itu 20%.
Ringkasnya, hal ini menyusul Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang telah diteken dan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas (Mansek) melihat Perpres 27/2026 yang baru dilaporkan membatasi komisi platform on demand services (ODS) senilai 8% (vs. 20%), meningkatkan pangsa pengemudi minimum berubah menjadi 92%.
Kompresi tingkat pengambilan sekitar 12 percentage point berpotensi membatalkan seluruh kontribusi EBITDA yang disesuaikan ODS (48% dari Grup GOTO kuartal pertama 2026), dengan dampak yang terealisasi bergantung pada definisi teknis komisi dan kalibrasi ulang arsitektur biaya yang lebih luas.
Ringkasnya, “Pertumbuhan fintech dan opsi konsolidasi adalah penyeimbang utama,” sebut ulasan Mansek, Senini ini.
Di sisi lain, Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo dalam keterangan yang dikonfirmasi ANTARA mengungkap GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Perpres No. 27 Tahun 2026.
“Kini kami akan menjalankan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Hans menuturkan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait aturan tersebut.
“Alhasil GoTo/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek,” kata dia.
Padahal setelah bertahun-tahun fokus pada ekspansi dan efisiensi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya membukukan tonggak penting, yakni laba bersih perdana. Pada kuartal I-2026, emiten teknologi tersebut membukukan laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari rugi Rp367 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya secara bersamaan menjadi sinyal bahwa model bisnis GoTo mulai memasuki fase profitabilitas.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

