Ringkasnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tiba-tiba merosot pada sesi I perdagangan Senin (4/5/2026). Di sekitar pukul 09.16 WIB, saham GOTO minus 7,41% ke Rp50.
Ringkasnya, sudah sebanyak 11,95 miliar saham GOTO diperdagangkan, frekuensi 21.845 kali, dan nilai transaksi Rp599 miliar.
Ringkasnya, pada perdagangan 30 April 2026, saham emiten teknologi GOTO juga minus 1,82%.
Sebelum itu diberitakan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sudah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojek online (ojol).
Menurut Dasco, salah satu tujuan pemerintah mengambil sebagian saham aplikator ojol tersebut agar dapat menurunkan potongan komisi yang dikenakan kepada pengemudi ojol menjadi 8% dari sebelum itu 20%.
Dasco menuturkan, sistem kebijakan akan disesuaikan secara bertahap dan melibatkan diskusi dengan organisasi terkait.
“Pemerintah, melalui Danantara, terlibat dalam proses ini untuk memastikan bahwa semua pihak, termasuk driver online, mendapatkan perhatian yang tepat. Simulasi mengenai efektivitas sistem ini masih dalam tahap pengembangan, dan komunikasi dengan para mitra diproyeksikan terus dilakukan untuk mendapatkan masukan dan saran yang konstruktif,” jelas Dasco saat menerima audiensi serikat buruh dalam rangka Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Sementara itu, platform penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi (aplikator) Gojek menyatakan bersiap untuk mengkaji pemangkasan potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojek daring menjadi delapan persen.
Ringkasnya, hal ini menyusul Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang telah diteken dan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat.
Ringkasnya, “GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Perpres No. 27 Tahun 2026,” kata Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo dalam keterangan yang dikonfirmasi ANTARA.
“Kini kami akan menjalankan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Hans menuturkan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait aturan tersebut.
“Alhasil GoTo/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek,” kata dia.
Padahal setelah bertahun-tahun fokus pada ekspansi dan efisiensi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya membukukan tonggak penting, yakni laba bersih perdana. Pada kuartal I-2026, emiten teknologi tersebut membukukan laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari rugi Rp367 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya secara bersamaan menjadi sinyal bahwa model bisnis GoTo mulai memasuki fase profitabilitas.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

