Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dibuka terjungkal usai Presiden Prabowo Subianto merestui potongan potongan maksimal untuk aplikator ride hailing sebesar 8%. Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham GOTO dibuka turun 7,41% atau mengenai batas auto rejection bawah (ARB) ke angka Rp50 per saham.
Ringkasnya, angka ini masuk dalam harga terendah GOTO selama IPO di tahun 2022. Saham GOTO diperdagangkan dengan volume 15,73 juta saham sebanyak 36,54 kali.
Adapun kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp58,17 triliun. Nilai transaksi menyentuh Rp1,7 triliun dan menjadi yang paling ramai dan aktif diperdagangkan di bursa hari ini.
Ringkasnya, pelemahan harga saham ini seiring dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang meneken Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Salah satu poin penting dalam beleid itu adalah pembagian pendapatan antara aplikator dan pengemudi. "Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Yang tadi saya bicara, harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberi BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan," ujar Prabowo. "Juga tadi pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi sekarang menjadi minimal 92% untuk pengemudi," lanjut Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu. Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo menuturkan, pihaknya senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026. "Kini kami akan menjalankan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," terang Hans dalam keterangan resmi, Jumat, (1/5/2026).
Ke depan, pihak GoTo akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait alhasil GoTo/ Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek. Sebelum itu, GOTO mengumumkan capaian laba bersih kuartalan pertamanya dalam sejarah pada paparan kinerja kuartal I 2026.
GOTO juga melaporkan perkembangan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan tersebut on-track untuk capai target setahun penuh. Pada periode pelaporan Januari-Maret 2026, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar, berbalik dari posisi rugi periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp367 miliar.
GOTO juga melaporkan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan pada kuartal I 2026 sebesar Rp907 miliar dan on-track untuk menyentuh pedoman kinerja setahun penuh EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

