ROA berapa yang bagus?
Tergantung sektor. Untuk non-bank, ROA di atas 10% dianggap bagus. Untuk bank, ROA 1.5-3% sudah sangat bagus. Yang penting, bandingkan dengan perusahaan sejenis.
2) Fundamental Analysis
Kalau ROE mengukur seberapa jago perusahaan pakai modal sendiri, ROA mengukur seberapa jago perusahaan pakai SEMUA aset yang dimilikinya — termasuk yang dibiayai utang. ROA kasih gambaran efisiensi total, tanpa 'tipuan' leverage.
ROA (Return on Assets) = Laba Bersih / Total Aset x 100%. ROA 10% artinya setiap Rp100 aset perusahaan menghasilkan Rp10 keuntungan. Semakin tinggi ROA, semakin efisien perusahaan menggunakan asetnya.
Bayangin dua pemilik warung. Warung A punya peralatan senilai Rp50 juta dan untung Rp10 juta/tahun (ROA 20%). Warung B punya peralatan senilai Rp500 juta tapi cuma untung Rp10 juta/tahun juga (ROA 2%). Warung A jauh lebih efisien — menghasilkan keuntungan yang sama dengan aset 10x lebih sedikit.
Kalau Buat Anak SD
Dua anak jualan mainan. Si A punya 1 kotak mainan bekas, untung Rp20.000/minggu. Si B punya 10 kotak mainan baru, untung Rp20.000/minggu juga. Si A lebih jagoan — barangnya dikit tapi hasilnya sama. ROA ngukur: dari semua barang yang dipunya, berapa untung yang bisa dihasilkan.
Perusahaan asset-light seperti MNCN (media) biasanya punya ROA lebih tinggi dibanding perusahaan asset-heavy seperti INDF (pabrik makanan). Bank biasanya punya ROA rendah (1-3%) karena total asetnya sangat besar (termasuk dana nasabah), tapi itu normal untuk industrinya.
Setelah paham konsep ini, langsung praktekkan ke tools agar keputusan lebih objektif dan bisa dievaluasi.
Buka Kalkulator Harga WajarROA berapa yang bagus?
Tergantung sektor. Untuk non-bank, ROA di atas 10% dianggap bagus. Untuk bank, ROA 1.5-3% sudah sangat bagus. Yang penting, bandingkan dengan perusahaan sejenis.
Artikel ini membantu?
Memuat…